Manajemen Sekolah
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sebelumnya perkenalkan nama saya Selvi Awaliyah (11901238) Kelas PAI 4E. Blog ini saya buat dengan tujuan memenuhi tugas Mata Kuliah Magang 1 yang di ampu oleh dosen Ibu Farninda Aditya M.Pd.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Manajemen Sekolah.
Seperti yang kita ketahui bahawa Manajemen Sekolah terinspirasi oleh beberapa konsep pengelolaan sekolah, dimana konsep tersebut menjelaskan bahwa sekolah-sekolahan pada dasarnya ditargetkan untuk melakukan proses pengambilan keputusan yang terarah pada sistem pengelolaan, kepemimpinan dan peningkatan mutu sekolah. Hal ini bertujuan agar adanya gerakan dari masyarakat untuk ikut terlibat dalam dalam memobilisasi keterlibatan emosional, tanggung jawab, dan rasa memiliki dari warga sekolah dan tentunya masyarakat sekitar.
Dan pada akhirnya dapat kita ambil kesimpulan bahwa pengertian dari Manajemen Sekolah merupakan strategi untuk mencapai sekolah efektif. Selain itu Manajemen Sekolah ini merupakan gagasan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pendidikan dan diletakkan pada tempat yang paling dekat dengan proses belajar mengajar (Mustafa Bahrudin, 2001). Kemudian Manajeman Sekolah ini juga memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan yang banyak dan di ambil secara langsung oleh warga sekolah baik itu guru, siswa, kepala sekolah, staf administrasi, orang tua siswa dan masyarakat.
Selain dari pengertian dari Manajemen Sekolah kita juga harus bisa mengetahui tujuan dari terlaksana Manajemen Sekolah, maka dari itu saya akan sedikit memaparkan tujuan tersebut. Pertama tujuan dari Manajemen Sekolah ini untuk memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada sekolah, pemberian fleksibilitas kepada sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Maka dari itu didaptkan tujuan dari Manajemen Sekolah diantaranya :
a. Kinerja sekolah (mutu, relevansi, efisiensi, efektifitas, inovasi, dan produktifitas sekolah) melalui kemandirian dan inisiatif sekolah.
b. Transformasi proses belajar mengajar secara optimal.
c. Peningkatan motivasi kepala sekolah untuk lebih bertanggung jawab terhadap mutu peserta didik.
d. Tanggung jawab sekolah kepada stakeholders.
e. Tanggung jawab baru bagi pelaku Manajemen Sekolah.
f. Kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan.
g. Kompetensi sehat antar sekolah.
h. Efisiensi dan efektivitas sekolah.
i. Usaha mendesentralisasi manajemen pendidikan.
j. Pemberdayaan sarana dan prasarana sekolah yang ada sesuai kebutuhan peserta didik.
Selain itu terdapat beberapa bagian lagi dalam Manajemen Sekolah ini diantaranya terdapat Karakteristik Manajemen Sekolah dan Prinsip-prinsip Manajemen Sekolah.
1. Karakteristik Manajemen Sekolah
a. Output yang diharapkan
Output pendidikan adalah kinerja sekolah. Kinerja sekolah dihasilkan dari proses pendidikan.
b. Proses Pendidikan
Proses ialah berubahnya sesuatu (input) menjadi sesuatu yang lain (output). Ditingkat sekolah, proses meliputi pelaksanaan administrasi dalam arti proses atau fungsi dan administrasi dalam arti sempit.
c. Input Pendidikan
Input adalah sesuatu yang harus tersedia untuk berlangsungnya proses. Inut juga disebut sesuatu yang berpengaruh terhadap proses. Tinggi rendahnya mutu input tergantung kesiapan input. Makin tinggi kesiapan input, makin tinggi pula mutu input. Karena kesiapan dari input itulah yang sangat diperlukan agar proses berjalan dengan baik dan semestinya.
2. Prinsip-prinsip Manajemen Sekolah
Prinsip-prinsip yang perlu kita ketahui tentang melaksanakan Manajemen Sekolah ini adalah sebagai berikut :
a. pendidikan yang efektif melibatkan semua pihak yang terkait.
b. Sekolah adalah unit terpenting bagi pendidikan yang efektif.
c. Segala keputusan sekolah dibuat oleh pihak-pihak yang benar-benar mengerti tentang sekolah termasuk seluruh warganya.
d. Guru-guru harus membantu dalam pembuatan keputusan progra pendidikan dan kurikulum.
e. Sekolah memiliki kemandirian dalam membuat keputusan pengalokasikan dana.
f. Perubahan akan bertahan lebih lama apabila melibatkan stakeholder.
Teori yang digunakan Manajemen Sekolah untuk mengelola sekolah didasarkan pada empat prinsip, yaitu prinsip ekuifinalitas, prinsip desentralisasi, prinsip sistem pengelolaan mandiri, dan prinsip inisiatif sumber daya manusia.
a. Prinsip Ekuifinalitas (Principle of Equifinality)
Prinsip ini didasarkan pada teori manajemen modern yang berasumsi bahwa terdapat beberapa cara yang berbeda-beda untuk mencapai suatu tujuan. Manajemen Sekolah menekankan fleksibilitas sehingga sekolah harus dikelola oleh warga sekolah menurut kondisi mereka masing-masing.
b. Prinsip Desentralisasi (Principle of Decentralization)
Desentralisasi adalah gejala yang penting dalam reformasi manajemen sekolah modern. Prinsip desentralisasi ini konsisten dengan prinsip ekuifinalitas. Prinsip desentralisasi dilandasi oleh teori dasar bahwa pengelolaan sekolah dan aktivitas pengajaran tak dapat dielakkan dari kesulitan dan permasalahan.
c. Prinsip Sistem Pengelolaan Mandiri (Principle of Self-Managing System)
Prinsip ini terkait dengan prinsip sebelumnya, yaitu prinsip ekuifinalitas dan prinsip desentralisasi. Ketika sekolah menghadapi permasalahan maka harus diselesaikan dengan caranya sendiri.
d. Prinsip Inisiatif Manusia (Principle of Human Initiative)
Berdasarkan perspektif ini maka Manajemen Sekolah bertujuan untuk membangun lingkungan yang sesuai untuk warga sekolah agar dapat bekerja dengan baik dan mengembangkan potensinya.
3. Fungsi Manajemen Sekolah
Manajemen Sekolah memberikan kebebasan dan kekuasaan yang besar pada sekolah, disertai seperangkat tanggung jawab. Dengan adanya otonomi yang memberikan tanggung jawab pengelolaan sumber daya dan pengembangan strategi Manajemen Sekolah sesuai dengan kondisi setempat, sekolah dapat lebih meningkatkan kesejahteraan guru sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada tugas. Keleluasaan dalam mengelola sumber daya dan dalam menyertakan masyarakat untuk berpartisipasi, mendorong profesionalisme kepala sekolah, dalam peranannya sebagai manajer maupun pemimpin sekolah.
Dengan diberikannya kesempatan kepada sekolah untuk menyusun kurikulum, guru didorong untuk berinovasi, dengan melakukan eksperimentasi-eksperimentasi di lingkungan sekolahnya. Manajemen Sekolah mendorong profesionalisme guru dan kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. Melalui penyusunan kurikulum elektif, rasa tanggap sekolah terhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan pendidikan sesuai dengan tuntutan peserta didik dan masyarakat sekolah.
4. Komponen-komponen dalam Manajemen Sekolah
Manajemen sekolah di dalamnya terdapat komponen-komponen yang mendukung dalam proses pelaksanannya. Suryoubroto (2010 : 32-163) menjabarkan komponen-komponen dalam manajemen sekolah antara lain sebagai berikut :
a. Manajemen Kurikulum
Kurikulum adalah segala pengalaman pendidikan yang diberikan oleh seluruh peserta didiknya, baik dilakukan di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Pengalaman peserta didik di sekolah dapat diperoleh melalui berbagai kegiatan pendidikan antara lainnya mengikuti pelajaran di kelas, praktik keterampilan, latihan-latihan olahraga dan kesenian dan kegiatan karya wisata atau praktik dalam laboratorium di sekolah. Manajemen kurikulum di dalamnya terdapat kegiatan yang di titik beratkan kepada kelancaran pembinaan situasi belajar mengajar.
b. Manajemen personal sekolah
Personal dalam sekolah disebut dengan pegawai. Personal di sekolah meliputi unsur guru dan karyawan. Kepala sekolah harus mampu menjadi manajer yang efisien dan dipimpin secara efektif. Kepala sekolah haru mencerminkan tampilan sebagai kekepalasekolahan sejati, yaitu dimana harus memiliki kemampuan manajemen dan dapat menampilkan sikat dan sifat sebagai kepala sekolah sejati. Karena hal itu sangan mempengaruhi kinerja manajemen sekolah karena tergantung dari kepala sekolanya dalam memimpin atau memegang amanah yang besar sehingga menjadi kepala sekolah yang bijak.
c. Manajemen tatalaksana Sekolah
Prinsip dalam manajemen tatalaksana sekolah adalah bertanggung jawab mengurusi kegiatan yang berlangsung di dalam sekolah. Beberapa tatalaksana sekolah (ketatusahaan sekolah) yang terpenting menurut Suryosubroto (2010 : 104-111) adalah :
- Surat dinas dan buku agenda
- Buku ekspedisi atau bukti surat yang dikirim sudah sampai kepada alamat atau orang yang diberi tanggung jawab
- Buku cacatan rapat sekolah notulen
- Buku pengumuman
- Pemeliharaan gedung atau bangunan sekolah
- Pemeliharaan hakaman sekolah
- Pemeliharaan perlengkapan sekolah
- Kegiatan manajemen yang didindingkan
d. Manajemen sarana Pendidikan
Sarana prasarana merupakan komponen yang penting dalam pelaksanaan pendidikan. Suharsimi mengatakan dalam Suryosubroto (2010: 114) mengatakan bahwa yang termasuk prasarana pendidikan adalah bangunan sekolah dan alat perabot sekolah. Prasarana pendidikan ini juga berperan dalam proses belajar mengajar walaupun secara tidak langsung.
e. Manajemen keuangan Sekolah
Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektivitas dan efisiensi pengelolahan pendidikan. Manajemen keuangan sekolah akan sangat terasa apabila diterapkan pada Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).
f. Hubugan sekolah dengan Masyarakat (Kegiatan Humas)
Hubungan sekolah dengan masyarakat menjadi sangat perlu untuk menunjang peningkatan mutu dan prestasi sekolah. Purwanto (2010 : 12) mengatakan bahwa hubungan sekolah dengan masyarakat mencakup hubungan sekolah dengan sekolah-sekolah lain, hubungan sekolah dengan pemerintah setempat, hubungan sekolah dengan instansi-instansi dan hubungan sekolah dengan masyarakat pada umumnya.
Dan itulah beberapa jenis komponen dari Manajemen Sekolah yang telah saya sebutkan di atas karena ini semua sebagai bahan ajar untuk kita nanti ketikan akan meengambil program studi ini.
5. Perencanaan Peningkatan Kinerja Sekolah
a. Pelibatan Komunitas Sekolah Dalam Perencanaan
Perencanaan pengembangan dan peningkatan mutu sekolah, termasuk dalam kerangka Manajemen Sekolah mengintegral dengan proses kemanusiaan dan pemanusiaan. Kaufman merumuskan kriteria umum perencanaan sistem pendidikan yang diparafrasakan seperti berikut ini. Pertama, pendekatan perencanaan system pendidikan harus membantu membuat pendidikan berperikemanusiaan. Kedua, Pendekatan perencanaan sistem pendidikan harus menolong perubahan institusi, dalam makna mampu memperkaya cara baru, ide baru, dan metode baru. Jika rencana membatasi perubahan, rencana harus diubah. Ketiga, pendekatan perencanaan sistem pendidikan harus membantu sekolah dalam melihat gambaran secara holistis.
b. Tahap Perencanaan Peningkatan Kinerja Sekolah
Perencanaan sekolah merupakan penggambaran masa depan dari sosok institusi sekolah yang dikehendaki oleh warganya. Setiap sekolah harus mempunyai rencana pengembangan.
6. Partisipasi dalam Penerapan Manajemen Sekolah
Partisipasi dan keterlibatan pihak-pihak yang berkepentingan memungkinkan lahirnya kebijakan dan keputusan yang baik. Karena itu perlu komunikasi intensif dan terbuka antara pihak-pihak berkepentingan seperti komite sekolah, Dinas Pendidikan setempat, orang tua peserta didik, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru-guru, tenaga kependidikan, karyawan sekolah, anak didik, dan pihak lain yang berkepentingan.
Untuk memenuhi layanan belajar yang memuaskan, maka aspirasi masyarakat melalui suatu wadah seperti Komite Sekolah diakomodasikan dalam berbagai kepentingan untuk peningkatan kinerja sekolah. Antara lain direfleksikan pada rumusan visi, misi, tujuan, dan program-program prioritas sekolah.
Oleh karena itu, keputusan partisipatif yang diambil pada tingkat sekolah akan mendorong munculnya inisiatif dan kreativitas warga sekolah. Gubernur, bupati/walikota, legislatif, dan sekolah seharusnya senantiasa mencari ide mengikutsertakan pihak terkait untuk menghadapi problem yang ada. Sebab, mereka sadar betul bahwa ditangan merekalah pengambilan keputuasan dilakukan, dan dampak keputusan akan berbalik pada mereka sendiri. Pengambilan keputusan tidak bias lagi mengandalkan kekuasaan atas nama jabatan, tetapi harus mengikutsertakan orang-orang yang punya kaitan dengan penentuan keputusan dengan langkah-langkah yang benar. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain adalah :
a. Meningkatkan peran serta komite sekolah, tokoh masyarakat dalam manajemen sekolah, untuk mendukung kinerja sekolah
b. Program sekolah disusun bersama kepala sekolah, guru, dan komite sekolah yang dilaksanakan dengan mengutamakan kepentingan KBM
c. Menerapkan prinsip efektifitas dan efisien dalam penggunaan sumber daya sekolah (anggaran, personil dan fasilitas)
d. kepala sekolah mampu mengambil keputusan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan sekolah walau berbeda dari pola umum atau kebiasaan
e. Kepala sekolah, guru, konselor, karyawan sekolah, dan komite sekolah menjamin terpeliharanya sekolah yang bertanggung jawab kepada masyarakat
SUMBER
Risnawati. 2014. ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN. Yogyakrta : Aswaja Pressindo.
http://repository.ump.ac.id/2178/3/YANUAR%20A.%20BAB%20II.pdf
http://repository.radenintan.ac.id/144/5/Bab_II.pdf
Komentar
Posting Komentar